//
you're reading...
Potret Usaha

Depot Air Minum “Alifa”


Tampak Depan

Kata “Depot” berasal dari kata Prancis “dépôt” yang berarti rumah penyimpanan. Dalam kamus Bahasa Indonesia berarti (1) tempat menyimpan barang (dagangan dsb); (2) rumah kecil tempat berjualan es, rokok, obat, dsb. Sedangkan “Alifa” berasal dari Bahasa Arab yang berarti bersahabat dan suka terhadap hal-hal yang bersifat alamiah. Nama tersebut sangat cocok dengan profil pemilik usaha ini, orangnya masih muda namun sangat bersahabat bahkan kepada orang-orang baru yang baru ia kenal. Suka menyapa, empati dan simpatik kepada orang lain termasuk saya yang kebetulan kos di sebelah tempatnya usaha karena memang rumah ini dua jadi satu atau satu rumah ada dua kepala keluarga. Yang satu pemilik usaha ini dan yang satu pemilik usaha video editing dan shooting, dan saya menempati di rumah pemilik usaha video editing dan shooting tersebut.

Latar Belakang

Di kota besar seperti Surabaya kebutuhan air minum sangatlah penting. Kota yang terkenal sangat panas ini setiap hari membutuhkan pasokan air minum yang sangat besar bahkan boleh jadi penjual minuman selalu ada di setiap tempat. “Lebih baik tidak makan daripada tidak minum,” ini mungkin yang menjadi motto sebagian orang termasuk saya pribadi. Air biasa terkadang tidak bisa menghilangkan rasa dahaga, terpaksa harus didinginkan dengan air es.

Melihat fenomena di atas, penjual minuman selalu membutuhkan air minum yang cepat saji, tidak perlu merebus, bahkan tidak perlu beli kesana-kemari—cukup SMS air galonpun datang dan siap  digunakan. Selain itu, kebutuhan rumah tangga yang sangat mendesak menjadi alasan depot air minum didirikan. Mengingat kesibukan mereka yang sebagian besar bekerja, baik sebagai pegawai maupun berwiraswasta.

Modal Awal

Adapun modal awal (berdasarkan perkiraan kasar saya) yang dibutuhkan untuk membuat usaha ini adalah :

Modal

Omset Penjualan

Omset Penjualan

Usaha depot air minum ini paling laris dibandingkan dengan depot air minum sejenis di sepanjang jalan kedung asem raya itu– yang ada sekitar 4 usaha yang sama. Omset penjualannya mencapai jutaan rupiah. Dari pantauan saya, setiap hari selalu ada truk tanki yang bermuatan air dari Pandaan ke depot itu. Kapasitas truk tanki itu sekitar 5000 liter sehingga 3 galon besar yang dimiliki depot air minum muat, terdiri dari 2 galon berkapasitas 3000 liter dan 1 berkapasitas 750 liter. Jadi total kapasitas yang dimiliki depot air minum itu 6.750 liter dengan pengeluaran uang per tanki Rp. 230.000,-

Penjualan

Galon

Penjualan sehari rata-rata mencapai 300 galon air isi ulang (dijual tanpa galon), setiap galon dijual Rp. 3000,- meski di depot sebelahnya ada yang menjual lebih murah 500 tapi karena siap antar maka 500 itu dianggap biaya jasa antar. Jika dihtung setiap hari air isi ulang itu terjual 300 x 3000 = 900.000. Untuk tutupnya per tutup seharga Rp. 100,- dan biasanya beli langsung 1000 buah tutup plastik, sedangkan untuk tisu per buah seharga Rp. 50,-. Tabel omsetnya bisa dilihat di bawah ini.

Pegawai

Di depot itu ada 3 orang pegawai, 2 orang remaja yang berfungsi sebagai pengantar galon dan seorang lagi sebagai pengisi air ke dalam galon. Sedangkan bosnya terkadang menjadi salah satu bagian dari kedua fungsi tersebut.

Sistem Penjualan

Mereka menggunakan sistem “Jemput Bola”, menyebarkan brosur, pamflet, atau stiker dari rumah ke rumah. Media iklan tersebut berisi alamat dan nomer telepon yang bisa dihubungi (hp), dan mereka selalu siap antar (jika posisi tidak begitu jauh dari tempat mereka). Lebih dari itu akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 500,-.

Alat transportasi

Pegawai

Sepeda motor bekas (tanpa nomer) menjadi alat transportasi yang murah dan efisien di kota besar seperti Surabaya. Setiap jalan, sepeda itu muat 3 sampai 5 galon terisi air. Mereka masih bermimpi untuk menggunakan kendaraan yang lebih besar seperti sepeda motor roda 3 bermerek “VIAR” yang sekarang lagi laris karena usahanya masih belum skala besar. Karena menurut mereka sepeda motor tersebut bisa menjangkau daerah terpelosok sekalipun.

Jam Kerja

Mereka bekerja selama 11 jam setiap hari kecuali hari Minggu buka mulai siang hari sampai sore. Setiap hari buka mulai jam 07:00 – 20:00 malam. Karena barang yang dijual adalah barang kebutuhan pokok yang bersifat umum maka pada hari libur nasional maupun hari raya mereka tetap setia melayani pelanggannya.

Pengeluaran

Di bawah ini adalah perhitungan kasar pengeluaran setiap bulan berdasarkan semua item yang digunakan dalam penjualan air isi ulang tersebut.

Tabel Pengeluaran

Keuntungan

Berdasarkan informasi secara langsung keuntungan bersih rata-rata tiap hari antara 350.000 – 400.000, jika di hitung selama satu bulan maka keuntungannya antara 10 – 12 juta. Pegawai swasta sepertinya lewat, apalagi pegawai negeri. Namun usaha ini memang butuh perjuangan dan kerja keras. Di bawah ini adalah perhitungan kasar saya:

Tabel Keuntungan


Hasil Pencapaian

Usaha ini sampai dengan sekarang sudah berjalan 5 tahunan. Dengan ketekatan dan kerja keras akhirnya usaha ini bisa dibilang sukses. Bos dari usaha ini sudah bisa membeli 3 motor dan 1 rumah di daerah Rungkut meski semua dibayar secara kredit. Beliau selalu mengeluarkan uang 6 jt lebih setiap bulan untuk ketiga barang tersebut. Dan impiannya kedepan adalah memiliki motor 3 roda bermerek “VIAR” ini. Wow luar biasa…

Motor 3 Roda

 
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/depot#ixzz1YeCpSOYq
 

Apakah anda tertarik?

 
 
 
 
Advertisements

About Yanwar Pro

Cool person but friendly...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Halaman

Blog Stats

  • 10,569 hits
Advertisements
%d bloggers like this: