//
you're reading...
Hikayat Ngaji

Perbanyak ibadah di bulan suci, “banyak” bisa diartikan lebih dari 1000


Malam 1000 Bulan

Malam 1000 Bulan

Kata “banyak” di dalam kuantitasnya bermakna tidak dapat dihitung, namun dalam bahasa simbolik “banyak” bisa diartikan dengan lebih dari 1000, entah itu 1001 dan seterusnya. Makanya kata “Seribu” atau dalam bahasa jawa “Sewu” banyak dimiliki untuk menyebut sesuatu yang itu berarti “banyak”. Contohnya adalah lawang sewu, seribu pulau, tendangan seribu bayangan, sewu kutho uwis tak liwati…dan lain sebagainya. Di bulan Ramadhan juga ada suatu malam yang disebut dengan malam seribu bulan. Kita sebagai orang awam tentu berpikir malam seribu bulan itu bagaimana?

Di bulan suci ini kita dianjurkan untuk banyak-banyak beramal dan beribadah, sedangkan ibadah itu sendiri ada macam-macam. Tapi anjuran beribadah yang utama untuk umat Islam di bulan suci adalah sholat, karena amal yang nanti diterima di sisi Allah yang paling di dahulukan adalah sholatnya. Jika seseorang baik sholatnya maka akan baik semua amalnya. Bukankah begitu?

Anjuran untuk memperbanyak sholat di bulan suci terletak di dalam sholat Tarawih dan Qiyamul Lail yang nilainya tentu berlipat ganda selain sholat fardhu yang memang itu sudah wajib dilakukan. Di dalam sholat ada dzikir yang selalu kita lafadkan setiap kali kita melakukannya. Kata “memperbanyak”, banyak itu seberapa manusia tidak pernah tahu ukurannya. Tapi sebagian ulama menyebut banyak itu lebih dari 1000 atau paling tidak beribadah (sholat) minimal 1000 rakaat.

Jumlah 1000 rakaat itu jika kita kalkulasi dari setiap sholat Qiyamul Lail dan sholat-sholat sunnah yang lain di bulan Ramadhan ini maka sebagai contoh bisa dilihat di tabel berikut ini :

NU vs Muhammadiyah

NU vs Muhammadiyah

Jika umat Muslim minimal mengerjakan seperti pada contoh tabel di atas maka jumlah 1000 rakaat tidaklah sulit. Namun kenyataanya, banyak orang yang tidak tahu bahwa begitu pentingnya jumlah/kuantitas untuk menentukan kualitas keimanan meski kualitas itu sendiri tidak bisa ditentukan hanya oleh kuantitas saja. Bukankah Nabi Muhammad Saw pernah mengerjakan sholat sampai kakinya bengkak? Bukankah manusia akan mudah mengejar sesuatu jika sesuatu itu bisa dihitung, ditakar, dan bisa dinilai dengan jumlah dalam satuan angka?

Cobalah anda praktekan sendiri, bagaimana anda bisa menilai seseorang itu pandai atau tidak jika hanya melihat dari banyaknya ia bisa mengerjakan suatu soal. Banyak itu seberapa? Adakah ukuran yang jelas mengenai tingkat kepandaian seseorang terlepas dari penilaian yang sifatnya subyektif (berdasarkan pengamatan sendiri) yang selalu berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya? Jika banyak menurut orang ini, mungkin di orang lain itu masih belum bisa dikatakan banyak atau masih sedikit. Berarti kata “banyak”  itu masih relatif dan belum ada ukuran yang jelas.

Dari contoh kecil di atas, kita bisa katakan bahwa perbanyak ibadah di bulan suci itu mesti ada suatu ukuran yang jelas. Di bulan Ramadhan ini ada suatu malam di 10 hari terakhir yang bernilai setara dengan 1000 bulan. Berarti Allah sudah memberikan suatu ukuran yang jelas mengenai arti “Perbanyak Beribadah di Bulan Suci”. Jika NU mengerjakan sholat Tarawih sebanyak 23 rakaat setiap hari selama 1 bulan, karena hakikat puasa adalah satu bulan. Maka kita bisa menghitung berapa rakaat jika diakumulasikan selama sebulan tersebut. Hal berbeda dengan kaum Muhammadiyah yang mengerjakan Tarawih+witir hanya 11 rakaat, jika diakumulasikan tentu hasilnya tidak sebanyak sholat tarawih kaum Nahdiyin. Anehnya, sholat tarawih+witir 11 rakaat hanya terjadi di Indonesia. Di negara-negara lain semua mengerjakan sebanyak 23 rakaat, bahkan di Arab Saudi sholat tarawih dikerjakan dengan surat-surat yang panjang meski sebanyak 20 rakaat. Kaum syiahpun meski agak berbeda di awal-awal, tapi di 10  hari terakhir  bulan Ramadhan mereka mengerjakan sholat sehari bisa sampai 100 rakaat. Jadi, anda mau pilih yang mana terserah….yang 23 rakaat lebih bagus, yang 11 rakaat juga tidak ada masalah. Yang masalah itu yang tidak mengerjakan sholat Tarawih.

Sumber gambar : http://www.hefamily.org/wp-content/uploads/2011/08/c4d9a__lailatul.jpg

Advertisements

About Yanwar Pro

Cool person but friendly...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Halaman

Blog Stats

  • 10,775 hits
Advertisements
%d bloggers like this: